);

Pasar oligopoli : ciri-ciri, kebaikan, keburukan dan contoh

Sebagaimana istilah monopoli, istilah oligopoli juga berasal dari bahasa Yunani, yaitu oligospolein yang berarti “beberapa penjual.” Berdasarkan arti kata tersebut, pasar oligopoli dapat diartikan sebagai pasar yang hanya terdiri atas beberapa perusahaan atau penjual yang menjual produk homogen (sejenis).

Pasar oligopoli terdiri atas dua perusahaan atau penjual saja disebut pasar duopoli. Produk yang dijual dapat berupa produk yang identik (homogen) maupun produk yang terdiferensiasi. Produk yang identik (homogen) misalnya, sama-sama menjual besi. Adapun yang dimaksud diferensiasi produk adalah produk yang memiliki karakteristik yang bervariasi. Misalnya, produk telepon seluler masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda baik dari ukuran, berat, model dan fitur.

Ciri-ciri pasar oligopoli

Pasar oligopoli adalah suatu pasar dimana hanya ada beberapa penjual yang menguasai pasar (2 sampai belasan pasar). Adapun secara umum ciri-ciri pasar oligopoli sebagai berikut.

  1. Terdapat beberapa penjual yang menguasai pangsa pasar.
  2. Penjual dapat sendiri-sendiri atau bekerja sama untuk menguasai pasar.
  3. Produk/barang yang diperdagangkan dapat homogen (sejenis) atau dengan berbeda dengan ciri khas (misal : perbedaan merek, kemasan, kualitas).
  4. Setiap perusahaan cenderung untuk memberlakukan harga pasar yang umum, disamping itu sebenarnya masing-masing perusahaan mempunyai kekuatan untuk menentukan harga jualnya sendiri.
  5. Timbulnya kepemimpinan harga (price leader) oleh perusahaan yang terbesar.

Dengan ciri-ciri diatas maka oligopoli masih dapat dibedakan menjadi dua macam lagi yaitu.

  • Oligopoli murni (pure oligopoly), yaitu jika beberapa perusahaan dalam pasar oligopoli tersebut menjual produk homogen.
  • Oligopoli dengan perbedaan produk (differentiated product), yaitu jika beberapa perusahaan dalam pasar oligopoli tersebut menjual produk yang dapat dibedakan.

Konsekuensi dari ciri-ciri pasar oligopoli tersebut, seringkali produsen dalam pasar oligopoli melakukan beberapa hal antara lain.

  • Para produsen bekerja sama (membentuk kerja sama tidak formal dalam bentuk kolusi atau bekerja sama formal dalam bentuk Kartel/Trust. Bentuk kerja sama ini misalnya dalam pembentukan kesepakatan harga atau dalam bentuk kuota produksi.
  • Para produsen tidak bersaing dalam harga, tetapi bersaing dalam bentuk lain, seperti kemasan, kupon berhadiah, pelayanan/service, dan lain-lain.
  • Kemungkinan timbulnya tindakan yang merugikan konsumen akan sangat besar kalau diantara oligopolis melakukan kesepakatan harga, dampak yang ditimbulkan akan sama seperti dalam pasar monopoli.
  • Sebaliknya kalau diantara para oligopolis bersaing dalam hal harga maka sering kali muncul perilaku: (1) Jika seorang produsen menurunkan harga maka semua produsen yang lain cenderung ikut menurunkan harga. (2) Jika seorang produsen menaikkan harga maka tak ada satupun produsen lain yang ikut menentukan harga.

Kebaikan pasar oligopoli

  • Mengingat dalam oligopoli ada kecenderungan produsen bersaing baik dalam harga maupun bukan dalam hal harga, maka jika diantara produsen melakukan persaingan bukan dalam harga (seperti dalam kualitas dan pelayanan) akan ada kecenderungan konsumen mendapatkan mutu produk dan pelayanan yang baik.
  • Jika produsen oligopoli melakukan persaingan dalam harga, maka konsumen juga cenderung untuk mendapatkan harga yang stabil atau kalaupun berubah justru cenderung mengalami penurunan.
  • Oligopolis umumnya perusahaan besar, sehingga mempunyai dana untuk penelitian dan pengembangan yang cukup. Disisi lain suasana persaingan ada, sehingga dorongan untuk melakukan inovasi proses produksi baru, penemuan produk baru dan penurunan biaya produksi menjadi cukup kuat, tentunya semua hal itu akan menguntungkan konsumen.

Keburukan pasar oligopoli

Pasar oligopoli akan banyak berdampak negatif bagi konsumen kalau diantara oligopolis melakukan kerja sama. Dampak oligopoli dengan kerja sama hampir sama dengan dampak monopoli, hanya kadarnya lebih ringan.

Dampak tersebut antara lain.

  • Dalam oligopoli cenderung terjadi pemborosan penggunaan sumber daya ekonomi, karena produsen tidak beroperasi pada biaya rata-rata minimum yaitu perusahaan sering beroperasi secara tidak efisien.
  • Ditinjau dari segi distribusi pendapatan masyarakat, pasar oligopoli sering menimbukan ketidakadilan. Dalam jangka panjang produsen oligopoli cenderung mendapatkan keuntungan berlebih, sementara produsen yang berada pada persaingan sempurna hanya akan memperoleh keuntungan normal.
  • Pada pasar oligopoli sering terjadi eksploitasi baik terhadap konsumen maupun pemilik faktor produksi. Konsumen cenderung membayar produk dengan harga tinggi, sementara pemilik faktor produksi dibayar dengan harga yang rendah.

Mengingat dampak negatif dari oligopoli, maka campur tangan pemerintah tetap diperlukan. Wujud campur tangan pemerintah pada pasar oligopoli bisa dengan cara.

  • Mempermudah kemungkinan masuknya perusahaan/produsen baru kedalam pasar sehingga akan meningkatkan tingkat persaingan.
  • Mengeluarkan peraturan-peraturan seperti melarang terjadinya kerja sama antar perusahaan yang berada dalam pasar oligopoli, misal dengan peraturan/undang-undang anti collusive/kartel/trust.

Contoh pasar oligopoli

Sebagaimana kita ketahui oligopoli dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk pasar yang didalamnya terdapat beberapa penjual dan produk yang dijual bisa sama persis atau bisa dibedakan menurut ciri khasnya. Sedangkan contoh pasar oligopoli dalam kehidupan sehari-hari banyak terdapat dalam masyarakat Indonesia.

Beberapa contoh perusahaan / produsen yang berada dalam pasar oligopoli antara lain pada produk/barang seperti pada industri semen, misalnya pemainnya ada Semen Gresik, Semen Holcim, Semen Indocement, dan ada Semen Cibinong.

Motor honda
Salah satu contoh pasar oligopoli pada industri motor yaitu Motor Honda
Sumber gambar: pixabay

Pada industri sepeda motor misalnya ada Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Vespa, Sanex, Tossa dan lain-lain. Pada produk elektronik kita melihat ada Sony, Toshiba, National, Samsung dan lain-lain.

Sedangkan pada produk jasa misalnya pada industri jasa penerbangan di Indonesia, ada Garuda, Merpati, Pelita, Bouroq, Mandala, Lion, Adam Air dan lain-lain. Pada industri jasa penerbangan yang terjadi saat ini para oligopolis cenderung bersaing dalam hal harga, kalian dapat melihat bagaimana ramainya perang tarif antar maskapai penerbangan.

Untuk membedakan produk satu perusahaan dengan perusahaan lain, sering para oligopolis menerapkan strategi dalam menguasai dan menarik konsumen adalah dengan membuat model serta memberikan merek tertentu pada produk yang dijual. Model dan terutama merek ini biasanya dibuat agar berkesan disanubari konsumen, agar konsumen menjadi loyal. Konsumen yang sudah terikat pada produk merek tertentu akan sulit pindah ke produk yang lain.

Daftar pustaka

Supriyanto. 2009. Ekonomi Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Widjajanta, Bambang. 2009. Mengasah Kemampuan Ekonomi Untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

You cannot copy content of this page