);

Contoh soal hukum Proust dan pembahasan

Pada tahun 1799, Joseph Louis Proust menemukan sifat penting dari senyawa yang disebut hukum perbandingan tetap. Proust menyimpulkan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap.

Senyawa yang sama meskipun berasal dari daerah berbeda atau dibuat dengan cara yang berbeda ternyata selalu mempunyai komposisi yang sama. Contohnya hasil analisis terhadap garam natrium klorida dari berbagai daerah berikut ini.

Asalm NaClm Nam Clm Na : m Cl
Indramayu2 gram0,768 gram1,214 gram1 : 1,54
Madura1,5 gram0,59 gram0,91 gram1 : 1,54
Impor2,5 gram0,983 gram1,517 gram1 : 1,54

Seperti yang ditunjukkan tabel perhitungan diatas, bahwa perbandingan massa Natrium (Na) dengan massa Klorida (Cl) ternyata tetap yaitu 1 : 54. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini diberikan beberapa contoh soal hukum Proust dan pembahasannya.

Contoh soal 1

Perbandingan massa hidrogen dengan oksigen adalah 1 : 8. Jika kita mereaksikan 4 gram hidrogen dengan 40 gram oksigen, hitunglah massa air yang terbentuk dan massa sisa pereaksi.

Pembahasan

Perbandingan massa hidrogen dengan oksigen 1 : 8 artinya 1 untuk hidrogen dan 8 untuk oksigen. Jadi dalam perbandingan massa hidrogen dibagi 1 dan massa oksigen dibagi 8, kemudian ambil nilai yang terkecil untuk menghitung yang bereaksi.

ReaksiH2O2H2O
Mula-mula4 gram40 gram
Perbandingan4/1 = 440 / 8 = 5
Bereaksi4 x 1 = 44 x 8 = 3232 + 4 = 36 gram
Sisa4 – 4 = 040 – 32 = 8 gram

Pada perhitungan diatas, hasil perbandingan 4 dan 5, yang terkecil adalah 4. Jadi yang bereaksi dikalikan 4. Dengan demikian massa air yang terbentuk sebanyak 36 gram dan sisa pereaksi sebanyak 0 + 8 = 8 gram.


Contoh soal 2

Perbandingan massa Fe : S dalam senyawa FeS adalah 7 : 4. Berapakah massa FeS yang terbentuk dan sisa pereaksi, jika direaksikan 35 gram besi dan 16 gram belerang.

Pembahasan

Fe : S = 7 : 4 artinya dalam perbandingan massa Fe dibagi 7 dan massa S dibagi 4. Kemudian ambil nilai yang terkecil untuk menghitung yang bereaksi.

ReaksiFeSFeS
Mula-mula35 gram16 gram
Perbandingan35/7 = 5 gram16/4 = 4 gram
Bereaksi4 x 7 = 284 x 4 = 1628 + 16 = 44 gram
Sisa35 – 8 = 7 gram16 – 16 = 0

Jadi FeS yang terbentuk sebanyak 44 gram dan sisa pereaksi sebanyak 7 + 0 = 7 gram.


Contoh soal 3

Perbandingan massa karbon (C) terhadap oksigen (O) dalam senyawa karbon dioksida (CO2) adalah 3 : 8. Berapa gram massa karbon dioksida yang terbentuk dan sisa pereaksi jika direaksikan 3 gram karbon dan 10 gram oksigen.

Pembahasan

C : O = 3 : 8 artinya dalam perbandingan massa C dibagi 3 dan massa O dibagi 8, kemudian ambil nilai yang terkecil untuk menghitung yang bereaksi.

ReaksiC2OCO2
Mula-mula3 gram10 gram
Perbandingan3/3 = 110/8 = 1,25
Bereaksi1 x 3 = 31 x 8 = 83 + 8 = 11 gram
Sisa3 – 3 = 010 – 8 = 2 gram

Jadi massa CO2 yang terbentuk sebanyak 11 gram dan sisa pereaksi (O) sebanyak 0 + 2 = 2 gram.


Contoh soal 4

Sebanyak 9 gram magnesium terbakar sempurna menghasilkan 21 gram magnesium oksida. Tentukan perbandingan massa magnesium dengan massa oksigen.

Pembahasan

ReaksiMg1/2 O2MgO
Bereaksi9 gramx21 gram

x = 21 – 9 = 12 gram. Jadi perbandingan massa magnesium dengan massa oksigen = 9 : 12 atau 3 : 4.


Contoh soal 5

Diketahui perbandingan massa tembaga dan oksigen dalam senyawa CuO adalah 4 : 1. Tentukan massa CuO yang terbentuk dan sisa pereaksi jika direaksikan 32 gram tembaga dengan 5 gram oksigen.

Pembahasan

Reaksi2 CuO22 CuO
Mula-mula325
Perbandingan32/4 = 85/1 = 5
Bereaksi5 x 4 = 205 x 1 = 520 + 5 = 25
Sisa32 – 20 = 12 gram5 – 5 = 0

Jadi massa CuO yang terbentuk sebanyak 25 gram dan sisa pereaksi = 12 + 0 = 12 gram.


Contoh soal 6

Jika direaksikan 1 gram zat X dengan 3 gram zat Y sehingga terbentuk 2,33 gram XY. Berapakan perbandingan massa unsur X : Y dalam senyawa XY tersebut.

Pembahsan

Karena massa zat X lebih kecil dari massa zat Y maka zat X akan habis bereaksi dan Y bersisa. Cara menghitung sisa Y sebagai berikut:

  • Sisa Y = (massa X + massa Y) – 2,33
  • Sisa Y = (1 + 3) – 2,33 = 4 – 2,33 = 1,67 gram

Jadi massa zat Y yang bereaksi = 3 – 1,67 = 1,33. Dengan demikian perbandingan massa X dan Y sebagai berikut:

  • X : Y = 1 : 1,33 = 1 : 4/3
  • X : Y = 3 : 4

Jadi perbandingannya 3 : 4.


Contoh saol 7

Tabel berikut menunjukkan hasil eksperimen reaksi pembentukan magnesium oksida (MgO).

PercobaanMassa MgMassa OMassa MgO
10,72 gram0,48 gramP
2QR2,8 gram
3S1,5 gram3,75 gram
  1. Tentukan nilai P, Q, R, S dalam tabel diatas.
  2. Tentukan perbandingan massa magnesium dengan massa oksigen dalam MgO

Pembahasan

Jawaban soal 1 sebagai berikut:

  • P = 0,72 gram + 0,48 gram = 1,2 gram
  • Q = 3/5 x 2,8 gram = 1,68 gram
  • R = 2/5 x 2,8 = 1,12 gram
  • S = 3,75 – 1,5 = 2,25

Jawaban soal 2 sebagai berikut:

  • massa Mg : massa O = 0,72 : 0,48
  • massa Mg : massa O = 3 : 2

Daftar pustaka

Utami, Budi. Kimia Untuk SMA / MA Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, 2009.

You cannot copy content of this page