);

Contoh soal hukum Ohm dan pembahasannya

Postingan ini membahas contoh soal hukum Ohm dan pembahasannya atau penyelesaiannya. Hukum Ohm menjelaskan tentang hubungan antara kuat arus listrik dengan tegangan dimana kuat arus sebanding dengan tegangan. Ini artinya semakin tinggi tegangan maka semakin besar arus listrik.

Rumus hukum Ohm sebagai berikut:
V = i . R
Keterangan:
V = tegangan listrik (Volt), i = kuat arus listrik (A) dan R = hambatan (Ohm)

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal hukum Ohm dan pembahasannya dibawah ini.

Contoh soal 1

Perhatikan gambar rangkaian listrik dibawah ini.

Rangkaian listrik
Rangkaian listrik dengan hambatan 3 Ohm

Kuat arus listrik yang terukur pada Amperemeter adalah…

A. 0,5 A

B. 1,0 A

C. 1,5 A

D. 3,0 A

E. 4,5 A

Pembahasan / penyelesaian soal

Berdasarkan gambar rangkaian diatas kita ketahui V = 1,5 Volt dan R = 3 ohm, maka untuk menghitung kuat arus pada amperemeter kita gunakan hukum Ohm sebagai berikut:

→ V = i . R
→ i =
V
R

→ i =
1,5 Volt
3 Ohm
= 0,5 A.

Jadi jawaban soal ini adalah A.


Contoh soal 2

Grafik dibawah ini menunjukkan hubungan antara V dengan i dari suatu percobaan sebuah resistor.

Grafik tegangan terhadap arus listrik
Grafik tegangan terhadap arus listrik

Besar hambatan resistor adalah..

A. 50 Ohm

B. 100 Ohm

C. 200 Ohm

D. 300 Ohm

E. 500 Ohm

Pembahasan / penyelesaian soal

Berdasarkan grafik diatas kita ketahui i = 0,01 A dan V = 2 volt, maka untuk menghitung hambatan resistor kita gunakan rumus dibawah ini:

→ R =
V
i

→ R =
2 V
0,01 A
= 200 Ohm.

Jadi soal ini jawabannya C.


Contoh soal 3

Andi akan mengukur besar hambatan sebuah kawat dengan menggunakan rangkaian seperti gambar dibawah ini.

Mengukur hambatan kawat
Mengukur hambatan kawat

Besar hambatan kawat tersebut adalah…

A. 2 Ohm

B. 5 Ohm

C. 10 Ohm

D. 12 Ohm

E. 15 Ohm

Pembahasan / penyelesaian soal

Untuk menjawab soal ini kita tentukan terlebih dahulu besar tegangan dan kuat arus berdasarkan alat ukur diatas.

Batas ukur voltmeter diatas adalah 10 V, batas skala 5 V dan jarum penunjuk = 4, maka besar tegangan kawat sebagai berikut

→ v =
Batas ukur
Batas skala
x angka jarum penunjuk
→ v =
10 V
5 V
x 4 V = 2 x 4 V = 8 V.

Batas ukur amperemeter = 10 A, batas skala 5 A dan jarum penunjuk = 2 A, maka cara menghitung kuat arus pada kawat sebagai berikut:

→ i =
Batas ukur
Batas skala
x angka jarum penunjuk
→ i =
10 A
5 A
x 2 A = 2 x 2 A = 4 A.

Jadi hambatan kawat sebagai berikut:

→ R =
V
i

→ R =
8 V
4 A
= 2 Ohm.

Jadi hambatan kawat sebesar 2 Ohm. Jawaban soal ini adalah A.


Contoh soal 4

Perhatikan gambar pengukuran dibawah ini.

Pengukuran arus listrik dengan amperemeter
Pengukuran arus listrik dengan amperemeter

Besar beda potensial pada hambatan 20 Ohm adalah…

A. 6 V

B. 10 V

C. 12 V

D. 15 V

E. 20 V

Pembahasan / penyelesaian soal

Untuk menjawab soal ini kita tentukan terlebih dahulu kuat arus listrik yang terukur pada amperemeter diatas dengan cara seperti nomor 3 diatas yaitu:

→ i =
Batas ukur
Batas skala
x angka jarum penunjuk
→ i =
1 A
50 A
x 30 A = 0,6 A.

Maka beda potensial pada kawat kita hitung dengan menggunakan hukum Ohm dengan hasil sebagai berikut:

→ V = i . R
→ V = 0,6 A . 20 Ohm = 12 Volt.

Jadi soal ini jawabannya C.


Contoh soal 5

Perhatikan grafik (V-i) tegangan – kuat arus sebuah resistor dibawah ini.

Grafik V-i
Grafik V-i

Jika V = 6 Volt maka kuat arus yang mengalir sebesar ..

A. 0,04 A

B. 0,2 A

C. 0,1 A

D. 1 A

E. 2 A

Pembahasan / penyelesaian soal

Cara menjawab soal ini sebagai berikut:

V1
i1
=
V2
i2

3 V
0,02 A
=
6 V
i2

→ i2 =
6 V . 0,02 A
3 V
= 0,04 A.

Jadi soal ini jawabannya A.

You cannot copy content of this page