Rabu, April 17, 2024
Sejarah

Contoh soal {Asesmen} kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia & pembahasan

Contoh soal kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia nomor 1

Pada tahun 1511, Portugis berhasil menaklukkan Malaka. Meskipun demikian, Portugis tidak bisa sepenuhnya menguasai perdagangan di Asia karena beberapa hal berikut, kecuali …
A. Portugis tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri di Malaka
B. Portugis mengalami kesulitan finansial dan kekurangan tenaga kerja
C. Tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat Portugis di Malaka
D. Pedagang-pedagang Asia pindah ke pelabuhan lain yang aman
E. Serangan dan perlawanan balik dari kesultanan Malaka

Pembahasan

Meskipun telah menguasai Malaka, ternyata Portugis tetap tidak dapat menguasai perdagangan Asia yang berpusat di sana. Portugis menghadapi berbagai masalah yang menggangu dan menghambat mereka, diantaranya:

  • Mulai dari masalah tidak dapat mandiri di dalam memenuhi kebutuhan sendiri, masalah dana dan sumber daya manusia.
  • Banyaknya gubernur-gubernur mereka di Malaka yang berdagang secara pribadi di pelabuhan Malaya dan Johor.
  • Banyak praktik korupsi yang menyebabkan Portugis kesulitan untuk maju dan berkembang.
  • Banyaknya para pedagang Asia yang berhasil mengalihkan sebagian besar perdagangannya ke pelabuhan-pelabuhan lain yang dirasa lebih aman dari pengaruh monopoli Portugis.

Jadi yang bukan adalah serangan dan perlawanan balik dari kesultanan Malaka. Soal ini jawabannya E.


Contoh soal kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia nomor 2

Kepulauan Banda merupakan salah satu penghasil pala terbaik dunia. Pada tahun 1621, VOC di bawah J.P Coen membantai penduduk Banda. Salah satu dampak dari peristiwa tersebut adalah …
A. Penduduk Banda trauma dan tidak lagi menanam pala
B. Berkurangnya petani yang memahami tentang budidaya pala
C. VOC berhasil memonopoli komoditas pala di dunia
D. Timbulnya berbagai perlawanan balas dendam rakyat Banda
E. Meningkatnya produksi pala di kepulauan Banda tahun 1622

Pembahasan

Salah satu dampak dari peristiwa tersebut adalah berkurangnya petani yang memahami tentang budidaya pala. Soal ini jawabannya B.


Contoh soal kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia nomor 3

Pada awal abad ke-19 terjadi perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda. Perlawanan yang dipimpin oleh Pattimura ini dilatarbelakangi oleh …
A. Praktek pelayaran hongi yang memusnahkan tanaman pala
B. Perebutan lahan perkebunan pala dengan Belanda
C. Penerapan monopoli cengkeh dan kerja rodi oleh Belanda
D. Pelarangan perdagangan bebas di wilayah Maluku
E. Penderitaan rakyat Maluku karena kolonialisme Belanda

Pembahasan

Setelah penandatanganan Traktat London 1817, Belanda kembali memberlakukan praktik monopoli perdagangan cengkeh dan kerja rodi. Kapitan Pattimura bersama dengan panglima perang perempuan Martha Christina Tiahahu kemudian melaksanakan serangan dalam rangka menentang kebijakan Belanja. Soal ini jawabannya C.


Contoh soal kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia nomor 4

Salah satu dampak negatif dari kolonialisme Belanda adalah munculnya sentimen rasial. Hal ini disebabkan oleh …
A. Belanda hanya mengakui kehebatan orang eropa
B. Penduduk lokal iri dengan kekayaan bangsa Belanda
C. Bangsa Timur Asing tidak mau berbaur dengan pribumi
D. Belanda menerapkan berbagai aturan yang diskriminatif
E. Belanda melarang interaksi antar ras yang berbeda

Pembahasan

Munculnya sentimen rasial pernah terjadi pada masa penjajahan kolonial Belanda. Bahkan masalah rasisme diatur melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda. Dengan sengaja pemerintah kolonial Belanda membeda-bedakan golongan berdasarkan ras. Kebijakan itu semakin tegas sejak awal abad ke-19 yang mana pemerintahan Hindia-Belanda membagi penduduk menjadi tiga golongan, yaitu:

  1. Golongan eropa sebagai golongan pertama atau yang tertinggi;
  2. Golongan Timur Asing yang terdiri dari Cina, Arab, India dan negara lainnya sebagai kelas kedua.
  3. Golongan pribumi sebagai kelas ketiga atau golongan terendah.

Soal ini jawabannya D.


Contoh soal kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia nomor 5

Urbanisasi dan pertumbuhan kota terjadi dengan pesat sejak penerapan kebijakan ekonomi liberal oleh pemerintah kolonial dikarenakan …
A. Sulitnya mencari pekerjaan yang layak di desa-desa.
B. Lahan-lahan pertanian di desa tidak lagi menjanjikan
C. Lahan pertanian di desa yang semakin menyempit
D. Munculnya berbagai perkebunan dan perusahaan baru
E. Pemerintah kolonial membangun kota-kota baru

Pembahasan

Soal ini jawabannya D.


Contoh soal kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia nomor 6

Interaksi bangsa-bangsa di nusantara dengan berbagai bangsa asing dalam jalur rempah telah menjadikan nusantara sebagai melting pot kebudayaan. Sebutkan 3 contoh adopsi dan akulturasi kebudayaan jalur rempah yang masih bisa ditemui di masa kini!

Pembahasan

Adopsi atau akulturasi kebudayaan jalur rempah yang masih bisa ditemui hingga masa kini, misalnya berupa bahasa, sistem penanggalan atau kalender, bangunan candi, dan masjid-masjid kuno. Contohnya sebagai berikut.

  1. Candi Borobudur yang merupakan akulturasi budaya India (Hindu-Buddha) dengan budaya Indonesia. Salah satu perpaduan arsitektur tersebut adalah punden berundak yang memiliki pola bangunan yang sama dengan Borobudur. Dasar bangunan candi itu merupakan hasil pembangunan bangsa Indonesia dari zaman megalitikum, yaitu bangunan punden berundak-undak. Punden berundak ini mendapat pengaruh budaya Hindu-Buddha hingga menjadi wujud sebuah candi.
  2. Wayang, pertunjukkan khas Indonesia yang mendapat pengaruh dari kebudayaan India, misalnya pada cerita Mahabarata dan Ramayana.
  3. Alat musik Gambus, yang merupakan hasil perpaduan kebudayaan. Alat musik yang masuk ke Indonesia yang berbarengan dengan syiar Islam di Semenanjung Aceh ini bisa ditemukan pada berbagai kesenian tradisional daerah sumatera.

Contoh soal kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia nomor 7

Bagaimana keterkaitan antara jatuhnya Konstatinopel 1453 dengan perjumpaan bangsa Indonesia dengan bangsa eropa dalam jalur rempah?

Pembahasan

Konstatinopel merupakan salah satu pusat perdagangan di Laut Tengah pada abad pertengahan. Jatuhnya kota ini ke tangan Turki Usmani membuat pedagang Eropa mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya, termasuk dalam perdagangan rempah. Oleh karenanya, orang-orang eropa kemudian berusaha untuk melakukan pelayaran untuk mencari sumber rempah-rempah hingga ke kepulauan nusantara. Dari sinilah kemudian terjadi interaksi atau perjumpaan bangsa Indonesia dengan bangsa Eropa dalam perdagangan rempah.


Contoh soal kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia nomor 8

Bagaimanakah dinamika hubungan saudagar dan penguasa lokal di nusantara sebelum datangnya bangsa eropa?

Pembahasan

Sebelum kedatangan bangsa eropa, telah banyak saudagar dan penguasa lokal di Nusantara yang memiliki kuasa, kekayaan dan kemampuan untuk melakukan penjelajahan bahkan perlawanan terhadap dominasi asing yang ingin menguasai nusantara. Hubungan politik antara kerajaan-kerajaan besar dan saudagar-saudagar yang berada di bawah kekuasaannya adalah untuk mendapatkan hak dan menjalankan kewajiban yang saling menguntungkan satu sama lain. Para saudagar mendapatkan perlindungan dari penguasa lokal, dan penguasa lokal mendapatkan pembayaran upeti atau komoditi perdagangan. Namun jika penguasa lokal tidak dapat memberikan perlindungan, maka para saudagar ini dengan mudah berpindah dan mencari perlindungan dari kerajaan atau penguasa lokal lainnya di Nusantara.


Contoh soal kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia nomor 9

Bagaimanakah karakteristik perlawanan terhadap Belanda sebelum dan sesudah abad ke-19?

Pembahasan

Karakteristik perlawanan terhadap Belanda sebelum abad ke-19 sebagai berikut.

  • Rakyat menghadapi VOC
  • Bersifat kedaerahan
  • Dipimpin oleh tokoh masyarakat yang disegani atau penguasa lokal
  • Perlawanan tidak terorganisir dengan baik.
  • Seringkali penjajah menggunakan strategi politik adu domba
  • Bersifat perang senjata.

Karakteristik perlawanan terhadap Belanda sesudah abad ke-19 sebagai berikut.

  • Rakyat menghadapi pemerintahan Hindia-Belanda
  • Bersifat kedaerahan
  • Dipimpin oleh tokoh masyarakat yang disegani atau penguasa lokal.
  • Perlawanan tidak terorganisir dengan baik
  • Seringkali penjajah menggunakan strategi politik adu domba.
  • Bersifat perang senjata.

Contoh soal kolonialisme dan perlawanan bangsa Indonesia nomor 10

Mengapa Belanda mendirikan STOVIA pada awal abad ke-20?

Pembahasan

STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) disebut sebagai Sekolah Dokter Jawa. Salah satu alasan pendirian STOVIA sebagai berikut.

  1. Agar pelayanan kesehatan kolonial dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas.
  2. Menyebarnya wabah penyakit, sebut saja malaria, pes dan kolera.

You cannot copy content of this page