);

Cara menghitung kekuatan interaksi antara dua wilayah { kota } + contoh soal

Postingan ini membahas cara menghitung kekuatan interaksi antara dua wilayah atau kota ditambah contoh soal. Interaksi wilayah merupakan hal yang penting dilakukan karena setiap wilayah tidak dapat mencukupi kebutuhannya sendiri. Untuk mengetahui seberapa besar kekuatan interaksi antara dua wilayah dapat dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan teori model gravitasi dan grafik.

Teori model gravitasi

Teori ini dikemukakan oleh Isaac Newton (1687). Newton mengemukakan bahwa dua benda akan memiliki gaya tarik-menarik diantara keduanya. Gaya tarik-menarik ini dinamakan gravitasi. Kekuatan tarik-menarik ini besarnya berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Jika ditulis secara matematis rumusnya sebagai berikut.

→ G = g
m1 . m1
(d12)2

Keterangan:

  • G = besarnya gaya gravitasi antara dua benda
  • g = tetapan gravitasi Newton
  • m1 = massa benda 1
  • m2 = massa benda 2
  • d12 = jarak dua benda

Rumus Newton tersebut diterapkan dalam geografi oleh W.J. Reilly untuk mengukur kekuatan interaksi keruangan antara dua wilayah atau lebih. Kekuatan interaksi antara dua wilayah dapat diukur dengan memperhatikan jumlah penduduk masing-masing wilayah, serta jarak mutlak antara wilayah-wilayah tersebut. Rumus kekuatan interaksi antara dua wilayah sebagai berikut.

→ IAB = k .
PA . PB
(dAB)2

Keterangan:

  • IAB = kekuatan interaksi antara daerah A dengan daerah B
  • k = konstanta empiris (biasanya besarnya 1)
  • PA = jumlah penduduk daerah A
  • PB = jumlah penduduk daerah B
  • dAB = jarak mutlak yang menghubungkan daerah A dan B

Perbandingan kekuatan interaksi keruangan dibeberapa wilyah dengan menggunakan rumus Reilly dapat diterapkan dengan syarat-syarat sebagai berikut.

  • Kondisi penduduk dari tiap wilayah yang dibandingkan relatif sama, baik tingkat sosial ekonomi, pendidikan, mata pencaharian, mobilitas, keadaan budaya dan lain-lain.
  • Relief antar daerah relatif sama
  • Keadaan sarana dan prasarana transportasi yang menghubungkan wilayah-wilayah yang dibandingkan relatif sama.

Teori grafik

Selain menggunakan rumus teori model gravitasi, kekuatan interaksi dua wilayah dapat dihitung dengan menggunakan teori grafik. Suatu wilayah dengan wilayah lain pada umumnya dihubungkan oleh jalur-jalur transportasi, baik transportasi darat, laut maupun udara sehingga membentuk pola jaringan tertentu didalam ruang muka bumi.

Kompleksitas jaringan merupakan salah satu tanda kekuatan interaksi antarwilayah. Daerah yang dihubungkan dengan jaringan jalan yang kompleks berarti memiliki pola interaksi keruangan yang lebih tinggi dibandingkan daerah-daerah yang dihubungkan dengan jalur transportasi yang berupa garis lurus saja.

Kekuatan interaksi antara dua wilayah
Konektivitas wilayah rendah (a) dan konektivitas wilayah tinggi (b)
Sumber: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

K. J. Kansky mengemukakan rumus tentang indeks konektivitas untuk mengetahui kekuatan interaksi antarkota dalam suatu wilayah dilihat dari jaringan jalan, dengan rumus sebagai berikut.

→ β =
e
v

Keterangan:

  • β = indeks konektivitas
  • e = jumlah jaringan jalan yang menghubungkan kota-kota tersebut.
  • v = jumlah kota dalam suatu wilayah

Contoh soal

Kekuatan interaksi antara dua wilayah
Contoh soal kekuatan interaksi antarwilayah

Berapakah kekuatan interaksi antarwilayah dari jaringan jalan?.

Pembahasan

Berdasarkan gambar diketahui:

  • e = 2
  • v = 3

Cara menghitung kekuatan interaksi antarwilayah gambar diatas sebagai berikut.

→ β =
e
v

→ β =
2
3
= 0,67

Jadi kekuatan interaksi antarwilayah dari jaringan jalan adalah 0,67.

Contoh soal kekuatan interaksi antara dua wilayah

Contoh soal 1

Jumlah penduduk A adalah 50.000 orang, penduduk kota B adalah 40.000 orang. Jarak dari kota A ke kota B adalah 30 km. Berapakah kekuatan interaksi kedua kota tersebut ?.

Pembahasan

→ IAB = k .
PA . PB
(dAB)2

→ IAB = 1 .
50.000 . 40.000
(30)2

→ IAB =
2.000.000.000
900
= 2.222.222,2222

Contoh soal 2

Jumlah penduduk kota A adalah 30.000 orang, penduduk kota B adalah 20.000 orang. Jarak dari kota A ke kota B adalah 20 km. Berapakah kekuatan interaksi kedua kota tersebut?.

Pembahasan

→ IAB = k .
PA . PB
(dAB)2

→ IAB = 1 .
30.000 . 20.000
(20)2

→ IAB =
600.000.000
400
= 1.500.000

Jadi kekuatan interaksi kedua kota sebesar 1.500.000 penduduk.

Referensi:

Endarto, Danang. 2009. Geografi Untuk SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

You cannot copy content of this page