);

3 + 7 jenis pengangguran dan cara mengatasinya

Pengangguran di Indonesia merupakan masalah yang besar, bahkan tinggi rendahnya pengangguran suatu negara dapat dijadikan tolok ukur kemakmuran suatu bangsa. Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja/mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Jenis-jenis pengangguran

Pengangguran yang terjadi pada suatu negara berkaitan dengan kegiatan ekonomi masyarakat, pada dasarnya dapat digolongkan dalam beberapa jenis yaitu sebagai berikut:

Jenis pengangguran
3 jenis pengangguran

Adapun jenis pengangguran menurut sebab-sebabnya dapat dibedakan menjadi 7 jenis pengangguran yaitu sebagai berikut:

Jenis pengangguran menurut sebab-sebabnya
7 jenis pengangguran menurut sebabnya

Cara mengatasi pengangguran

Adapun cara mengatasi pengangguran sebagai berikut:

  1. Memperluas lapangan pekerjaan.
  2. Meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga para lulusan sudah siap pakai untuk menjadi tenaga yang terampil.
  3. Meningkatkan kualitas tenaga kerja, dengan memberikan pendidikan keterampilan melalui pendidikan formal dan informal.
  4. Memberikan kesempatan kerja ke luar negeri.
  5. Mendorong tumbuh kembangnya usaha-usaha atau industri rumah tangga.
  6. Memberikan peranan KB untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

Dampak pengangguran

Adanya pengangguran akan mengurangi pendapatan masyarakat sehingga berakibat tingkat kemakmuran negara berkurang. Pengangguran juga dapat menimbulkan berbagai macam masalah ekonomi dan sosial, masalah konsumsi, kesehatan serta prospek pembangunan dimasa yang akan datang.

Adapun dampak pengangguran terhadap kegiatan ekonomi antara lain sebagai berikut:

  1. Kegiatan produksi terhambat, karena menurunya output yang dihasilkan dan kualitas dari output tersebut, sehingga dapat menurunkan pendapatan nasional dan pendapatan perkapita.
  2. Kegiatan distribusi kurang lancar, karena apabila output yang dihasilkan oleh suatu perusahaan kualitasnya rendah, maka barang tersebut tidak akan laku dipasaran, baik pasar di dalam negeri maupun di luar negeri, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi rendah.
  3. Kegiatan konsumsi berkurang, karena barang yang diperlukan oleh konsumen tidak terpenuhi oleh produsen. Apabila produsen tidak mampu untuk memproduksi suatu barang, maka akan terjadi kelaparan.

Sumber tulisan:

Ismawanto. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta, 2009.

You cannot copy content of this page