);

+2 jenis mutasi dan pengertiannya

Postingan ini membahas 2 jenis mutasi dan pengertiannya. Mutasi adalah suatu perubahan yang terjadi pada bahan genetik yang menyebabkan perubahan ekspresinya. Perubahan bahan genetik dapat terjadi pada tingkat pasangan basa, tingkat satu ruas DNA, bahkan pada tingkat kromosom. Peristiwa terjadinya mutasi disebut mutagenesis. Sedangkan, individu yang mengalami mutasi sehingga menghasilkan fenotif baru disebut mutan. Faktor yang menyebabkan mutasi disebut mutagen.

Mutagen dapat berasal dari:

  • Bahan fisika, misalnya radiasi yang dipancarkan oleh bahan radioaktif.
  • Bahan kimia, misalnya fenol, benz pyrene, metil cholauthrene, metil Hg, pestisida, formaldehid dan colchicine.
  • Bahan biologi misalnya virus penyebab kerusakan kromosom

Jenis-jenis mutasi sebagai berikut:

1. Mutasi kromosom

Mutasi kromosom adalah perubahan jumlah dan struktur kromosom. Jadi, mutasi kromosom dibedakan menjadi dua yaitu mutasi yang diakibatkan oleh perubahan jumlah kromosom dan perubahan struktur kromosom.

Perubahan jumlah kromosom

Ada dua jenis perubahan kromosom yaitu euploidi dan aneuploidi.

Euploidi artinya perubahan jumlah kromosom pada tingkat ploidi atau genom sehingga jumlah kromosom merupakan kelipatan jumlah kromosom pada satu genom. Jenis-jenis euploidi sebagai berikut:

  • Monoploidi, organisme monoploidi memiliki satu genom (n kromosom) dalam sel tubuhnya.
  • Diploidi, organisme diploidi memiliki dua genom (2n kromosom) dalam setiap sel somatis.
  • Poliploidi, memiliki kromosom lebih dari dua genom (2n kromosom) misalnya diploid (3n), tetraploid (4n) dan pentaploid (5n).

Aneuploidi adalah variasi jumlah kromosom yang hanya menyangkut bagian genom atau salah satu kromosom. Beberapa macam aneuploidi sebagai berikut:

  • Monosomik, adalah peristiwa hilangnya satu kromosom dari sepasang kromosom homolog dengan rumus genom (2n – 1) sehingga menghasilkan dua jenis gamet yaitu (n) dan (n – 1).
  • Nulisomik, adalah peristiwa hilangnya sepasang kromosom homolog dengan rumus genom (2n – 2). Organisme yang mengalami nulisomik menunjukkan ciri-ciri kurang kuat, kurang fertil dan daya tahan hidup rendah.
  • Trisomik, adalah organisme diploid yang memiliki satu kromosom ekstra atau tambahan dengan rumus (2n + 1) sehingga gamet yang dihasilkan adalah (n + 1) dan (n).
  • Tetrasomik, dengan rumus genom (2n + 2).
  • Trisomik ganda, dengan rumus genom (2n + 1 + 1).

Perubahan struktur kromosom

Perubahan struktur kromosom merupakan penyimpangan yang terjadi didalam kromosom. Ada 4 jenis perubahan struktur kromosom yaitu sebagai berikut.

  • Delesi, yaitu mutasi akibat hilangnya dua atau lebih nukleutida yang berdampingan.
Delesi kromosom
Delesi kromosom
  • Inversi, yaitu penataan kembali struktur kromosom yang terjadi melalui pemutaran arah suatu ruas kromosom sehingga kromosom mutan mempunyai ruas yang runtunan basanya merupakan kebalikan dari runtunan basa kromosom liar.
Inversi kromosom
Inversi kromosom
  • Duplikasi, yaitu mutasi yang terjadi karena penambahan ruas kromosom atau gen dengan ruas yang telah ada sebelumnya.
Duplikasi kromosom
Duplikasi kromosom
  • Translokasi, yaitu mutasi yang terjadi akibat perpindahan ruas DNA ke tempat yang baru, baik dalam satu kromosom atau antarkromosom yang berbeda.
Translokasi kromosom
Translokasi kromosom

2. Mutasi Gen

Mutasi gen atau mutasi titik adalah mutasi yang terjadi karena perubahan pada satu pasang basa DNA suatu gen. Ada dua mekanisme mutasi gen yaitu subtitusi pasangan basa dan penambahan/pengurangan pasangan basa.

Subtitusi pasangan basa adalah pergantian satu pasang nukleotida oleh pasangan nukleotida lainnya. Subtitusi pasangan basa ada dua macam yaitu transisi dan tranversi. Transisi adalah pergantian satu basa purin oleh basa purin lainnya, atau pergantian basa pirimidin menjadi basa pirimidin lainnya.

Tranversi adalah pergantian basa purin oleh basa pirimidin, atau basa pirimidin oleh basa purin. Tranversi basa purin oleh pirimidin misalnya basa adenin atau guanin diganti menjadi basa timin dan sitosin. Tranversi basa pirimidin oleh basa purin misalnya basa timin atau sitosin diganti oleh basa adenin atau guanin.

Selain 2 jenis mutasi diatas, mutasi dapat dibedakan berdasarkan tempat terjadinya dan faktor penyebabnya, yaitu sebagai berikut.

Mutasi
Jenis mutasi berdasarkan tempat terjadinya dan faktor penyebabnya

Daftar Pustaka

Rachmawati, Faidah. Biologi Untuk SMA/MA Kelas XII Program IPA. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta, 2009.

Subardi. Biologi 3 Untuk Kelas XII SMA dan MA. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta, 2009.

You cannot copy content of this page