);

+16 gangguan sistem ekskresi manusia

Mengingat fungsi ginjal yang amat penting bagi kelangsungan hidup organisme maka semaksimal mungkin segala gangguan terhadap ginjal harus dihindari. Akan tetapi, ini merupakan pekerjaaan berat. Banyak kelainan dan gangguan pada fungsi ginjal. Dibawah ini adalah 12 gangguan dan kelainan sistem ekskresi manusia.

1. Diabetes

Diabetes
Diabetes
Sumber gambar: pixabay

Penyebab diabetes ada dua macam. Pertama yaitu diabetes insipidus yang terjadi akibat ketidakmampuan si penderita untuk memproduksi hormon ADH. Ketiadaan ADH mengakibatkan penderita selalu ingin kencing, hampir 20 kali sehari. Akibatnya penderita selalu merasa haus sekali.

Kedua yaitu diabetes melitus, yang diakibatkan kegagalan pankreas memproduksi insulin. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula darah agar tidak melebihi normal. Berlebihnya gula dalam darah tidak mampu diserap kembali seluruhnya oleh tubulus proksimal sehingga gula tersebut terkandung dalam urine penderita.

2. Nefritis

Nefritis adalah peradangan di ginjal terutama pada glomerulus. Penyebanya adalah bakteri Streptococcus yang masuk melalui saluran pernafasan, kemudian dibawa oleh darah dan selanjutnya ke ginjal. Peradangan menyebabkan glomerulus berlubang-lubang melebihi pori-pori yang sudah ada. Akibatnya sel-sel darah merah dan protein masuk ke tubulus bersama filtrat glomerulus (urine primer). Sel darah dan protein tidak dapat direabsorpsi dan keluar bersama urin. Urin akan tampak merah atau keruh. Pemberian antibiotik dan istirahat total biasanya akan menyembuhkan nefritis.

3. Uremia

Uremia merupakan kegagalan ginjal membuang limbah metabolisme secara normal, disebabkan oleh beberapa faktor misalnya nefritis, kerusakan saluran kencing, infeksi bakteri, overdosis vitamin D, shock berat, terbakar, keracunan, reaksi karena transfusi darah, diabetes dan benturan fisik tubuh. Gejalanya sakit kepala dan keinginan kencing yang tiba-tiba dan tidak tertahankan. Pada uremia parah biasanya dilakukan hemodialisa (cuci darah) atau transpalasi ginjal baru.

4. Anuria

Anuria merupakan kegagalan ginjal tidak dapat membuang urin sedikitpun. Ini juga karena adanya kerusakan pada glomerulus. Filtrasi tidak dapat dilakukan sehingga tidak ada urin yang terbentuk. Tekanan darah rendah juga menghambat masuknya filtrat glomerulus ke tubulus sehingga menyebabkan anuria juga.

5. Kencing batu / batu ginjal

Batu ginjal bisa berukuran sangat kecil atau mendekati ukuran bola tenis meja. Batu terbentuk dari senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Pembentukan batu ginjal kurang diketahui penyebabnya dan sulit dicegah maupun diobati. Dengan diet, pembentukan batu ginjal dapat dikurangi.

6. Sistitis

Sistitis merupakan radang selaput mukosa kantong kemih disebabkan infeksi bakteri atau karena zat-zat kimia, atau kerusakan fisik. Lebih banyak terjadi pada wanita karena saluran kemihnya lebih pendek, memudahkan masuknya bakteri dari luar.

7. Gagal Ginjal

Gagal ginjal terjadi karena ketidakmampuan ginjal untuk melakukan fungsinya secara normal. Hal ini dapat terjadi karena senyawa toksik, seperti merkuri, arsenik, karbon tetraklorida, insektisida, antibiotik, dan obat penghilang sakit pada tingkat yang tinggi. Gagal ginjal dapat diatasi dengan dialisis. Kita lebih mengenalnya sebagai proses cuci darah.

8. Impertigo

Impertigo adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini terjadi pada anak-anak, terutama pada mereka yang kekurangan gizi. Impetigo di tandai dengan kulit berbintik-bintik berisi nanah yang biasanya timbul diwajah dan tangan.

9. Penyakit kuning

Penyakit kuning disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu karena adanya penumpukan kolesterol dan membentuk batu empedu. Feses penderita akan berwarna cokelat abu-abu, sedangkan darahnya kekuningan karena cairan empedu masuk ke aliran darah.

Gangguan sistem ekskresi manusia yang ke 10 hingga 16 dapat dilihat dibawah ini.

Gangguan sistem ekskresi manusia
Gangguan sistem ekskresi manusia

Daftar pustaka

Bakhtiar, Suaha. Biologi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta, 2009.

Ariebowo, Moekti. Praktis Belajar Biologi Untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Pusat Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta, 2009.

You cannot copy content of this page